Rabu, 28 Maret 2012

Halogen



Halogen

A. Pengertian Halogen
            Halogen adalah kelompok unsure kimia yang berada pada golongan 7a pada system lama di table periodic unsure. Halogen menandakan unsure-unsur yang menghasilkan garam jika direaksikan dengan logam. Unsur-unsur halogen secara alamiah berbentuk molekul diatomic. Halogen membutuhkan satu tambahan electron untuk mengisi orbit electron terluarnya., sehingga cenderung membentuk ion negative bermuatan satu. Ion negative ini disebut ion halidadan garam yang dibentuk dari ion ini disebut halide.
B. Sifat Halogen
            Halogen memiliki beberapa sifat diantaranya adalah :
1.      Halogen merupakan golongan yang sangat reaktif dalam menerima electron dan bertindak sebagai oksidator kuat dalam satu golongan. Makin kin ke atas, oksidator ssemakin kuat.
2.      Keelektronegatifan halogen dalam satu golongan makin ke atas makin besar.
3.      Jari-jari atom halogen dalam satu golongan makin ke atas, makin kecil. Ini berarti gaya tarik-menarik antar molekul akan makin kecil.
4.      Unsur halogen bersifat oksidator.
5.      Mempunyai bilangan oksidasi lebih dari satu, kecuali flour.
C. Terdapatnya di Alam
            Ada beberapa macam molekul halogen yang terdapat di alam diantaranya yaitu :
1.      Flour
Fluor terdapat sebagai senyawa CaF(Fluorit) dan NaAlF(Kriolit). Ditemukan dalam fluorspar oleh Schwandhard pada tahun 1670 dan baru pada tahun 1866 Maisson berhasil mengisosiasinya. Fluor merupakan unsure yang paling elektronegatif dan paling reaktif. Flupor juga ditemukan dalam bentuk gas yaitu F, unsure ini berbau pedas, berwarna kuning muda dan bersifat sangat korosit.



2.      Klor
Klor sebagai senyawa NaCl dalam air aut dan garam batu. Ditemukan oleh Scheek pada tahun 1774 dan dinamai oleh divvy pada tahun 1810, ditemukan di alam dalam kombinasi Cl.
3.      Brom
Brom sebagai senyawa KBr dan MgBr dalam air laut. Ditemukan oleh Barard pada tahun 1826, merupakan zat cair berwarna coklat kemerahan, agak mudah menguap pada suhu kamar, uapnya berwarna merah, berbau menyengat dan dapat menimbulkan iritasi pada mata dan kerongkongan.
4.      Iodium
Iodium sebagai senyawa NaI, dalam air laut, tumbuhan dan hewan laut, dan NaIO dari sisa penghabluran senyawa chili. Ditemukan oleh Courtois pada tahun 1811, merupakan unsure non logam.
D. Penggunaan Halogen
         Unsur-unsur dalam halogen dapat digunakan dalam kehidupan ssehari-hari sebagai berikut :
1.   Flour
      Flour digunakan untuk pemadam kebakaran, oar bius, pendorong roket, plastic tahan panas, membuat UF dalam pemisahan uranium.
2    Klor
Klor digunakan untuk oksidator, pengelantang, desinfektan, DDT (pembasmi hama).
3.   Brom
Brom digunakan untuk fotografi dan anti letupan.
4.   Iodium
      Iodium digunakan untuk Iodium tinctuur (antiseptic), sebagai pembersih dalam campuran detergen, senyawa pewarna, perak iodide.
E. Pembuatan
            Pembuatatan unsure-unsur halogen yaitu :
1.                  F diperoleh dengan elektrolisis HF dalam bentuk leburan KF
Katoda : 2H+ 2e → H
Anoda   ; 2F→ F + 2e


2.         Cl direaksikan elektrolisis dengan NaCl.
Katoda : C + 2e → H + 2OH
Anoda              ; 2Cl→ Cl + 2e
                           2NaCl → 2Na + 2Cl                     +

2NaCl + 2 HO → 2 Na+ 2OH+ H+ Cl
3.         Brom diperoleh dengan cara larutan garam bromide dialiri gas klor.
4          Iodium diperoleh dari sisa penghabluran senyawa chili ditambahkan dengan NaHSO.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar