Rabu, 28 Maret 2012

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA



UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR   12   TAHUN 2010
TENTANG
GERAKAN PRAMUKA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :   a.  bahwa  pembangunan  kepribadian  ditujukan  untuk
mengembangkan  potensi  diri  serta  memiliki  akhlak
mulia,  pengendalian  diri,  dan  kecakapan  hidup  bagi
setiap  warga  negara  demi  tercapainya  kesejahteraan
masyarakat;
b.   bahwa  pengembangan  potensi  diri  sebagai  hak  asasi
iwujudkan  dalam  berbagai  upaya
penyelenggaraan  pendidikan,  antara  lain  melalui
gerakan pramuka;
c.  bahwa  gerakan  pramuka  selaku  penyelenggara
pendidikan  kepramukaan  mempunyai  peran  besar
dalam  pembentukan  kepribadian  generasi  muda
sehingga  memiliki  pengendalian  diri  dan  kecakapan
hidup  untuk  menghadapi  tantangan  sesuai  dengan
tuntutan  perubahan  kehidupan  lokal,  nasional,  dan
global;
d. bahwa  peraturan  perundang-undangan  yang  berlaku
saat ini belum secara komprehensif mengatur gerakan
pramuka;
e.bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf
d, perlu membentuk Undang-Undang tentang Gerakan
Pramuka;
Mengingat . . .

- 2 -
Mengingat :
Pasal 20, Pasal 20A ayat (1), Pasal 21, Pasal 28, Pasal 28C,
dan  Pasal  31  Undang-Undang  Dasar  Negara  Republik
Indonesia Tahun 1945;




Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
dan
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :   UNDANG-UNDANG TENTANG GERAKAN PRAMUKA.   

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal  1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
1.     Gerakan  Pramuka  adalah  organisasi  yang  dibentuk
oleh  pramuka  untuk  menyelenggarakan  pendidikan
kepramukaan.
2.     Pramuka  adalah  warga  negara  Indonesia  yang  aktif
dalam  pendidikan  kepramukaan  serta  mengamalkan
Satya Pramuka dan Darma Pramuka.
3.     Kepramukaan  adalah  segala  aspek  yang  berkaitan
dengan pramuka.
4.     Pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan
kepribadian,  kecakapan  hidup,    dan  akhlak  mulia
pramuka  melalui  penghayatan  dan  pengamalan  nilai-
nilai kepramukaan.
5.     Gugus  Depan  adalah  satuan  pendidikan  dan  satuan
organisasi
terdepan
penyelenggara
pendidikan
kepramukaan.
6. Pusat . . .

- 3 -


6.      
Bab II . . .

 

- 4 -


BAB II
ASAS, FUNGSI, DAN TUJUAN
Pasal 2

Gerakan pramuka berasaskan Pancasila.
Pasal 3
Gerakan  pramuka  berfungsi  sebagai  wadah  untuk
mencapai tujuan pramuka melalui:
a.

pendidikan dan pelatihan pramuka;
b.

pengembangan pramuka;
c.

pengabdian masyarakat dan orang tua; dan
d.

permainan yang berorientasi pada pendidikan.

Pasal 4
Gerakan  pramuka  bertujuan  untuk  membentuk  setiap
pramuka  agar  memiliki  kepribadian  yang  beriman,
bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum,
disiplin,  menjunjung  tinggi  nilai-nilai  luhur  bangsa,  dan
memiliki  kecakapan  hidup  sebagai  kader  bangsa  dalam
menjaga  dan  membangun  Negara  Kesatuan  Republik
Indonesia,  mengamalkan  Pancasila,  serta  melestarikan
lingkungan hidup.



BAB III
PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN
Bagian Kesatu
Dasar, Kode Kehormatan, Kegiatan,
Nilai-Nilai, dan Sistem Among


 

Pasal 5 . . .
 

- 5 -


Pasal 5
Pendidikan kepramukaan dilaksanakan berdasarkan pada
nilai dan kecakapan dalam upaya membentuk kepribadian
dan kecakapan hidup pramuka.
Pasal 6
(1)

Kode  kehormatan  pramuka  merupakan  janji  dan
komitmen diri serta ketentuan moral pramuka dalam
pendidikan kepramukaan.
(2)

Kode  kehormatan  pramuka  terdiri  atas  Satya
Pramuka dan Darma Pramuka.
(3)

Kode  kehormatan  pramuka  sebagaimana  dimaksud
pada  ayat  (2)  dilaksanakan,  baik  dalam  kehidupan
pribadi  maupun  bermasyarakat  secara  sukarela  dan
ditaati demi kehormatan diri.
(4)

Satya  Pramuka  sebagaimana  dimaksud pada  ayat  (2)
berbunyi:
“Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-
sungguh  menjalankan  kewajibanku  terhadap  Tuhan
Yang  Maha  Esa  dan  Negara  Kesatuan  Republik
Indonesia, mengamalkan Pancasila, menolong sesama
hidup,  ikut  serta  membangun  masyarakat,  serta
menepati Darma Pramuka.”
(5)

Darma Pramuka sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
berbunyi:
Pramuka itu:
a.

takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b.

cinta alam dan kasih-sayang sesama manusia;
c.

patriot yang sopan dan kesatria;
d.

patuh dan suka bermusyawarah;
e.

rela menolong dan tabah;
f.

rajin, terampil, dan gembira;
g. hemat . . .

- 6 -



g.

hemat, cermat, dan bersahaja;
h.

disiplin, berani, dan setia;
i.

bertanggung jawab dan dapat dipercaya; dan
j.

suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Pasal 7
(1)

Kegiatan  pendidikan  kepramukaan  dilaksanakan
dengan
berlandaskan
pada
kode
kehormatan
pramuka  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  6  ayat
(2).
(2)

Kegiatan  pendidikan  kepramukaan  dimaksudkan
untuk  meningkatkan  kemampuan  spiritual  dan
intelektual,  keterampilan,  dan  ketahanan  diri  yang
dilaksanakan  melalui  metode  belajar  interaktif  dan
progresif.
(3)

Metode  belajar  interaktif  dan  progresif  sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) diwujudkan melalui interaksi:
a.

pengamalan kode kehormatan pramuka;
b.

kegiatan belajar sambil melakukan;
c.

kegiatan  yang  berkelompok,  bekerja  sama,  dan
berkompetisi;
d.

kegiatan yang menantang;
e.

kegiatan di alam terbuka;
f.

kehadiran  orang  dewasa  yang  memberikan
dorongan dan dukungan;
g.

penghargaan berupa tanda kecakapan; dan
h.

satuan terpisah antara putra dan putri.
(4)

Penerapan  metode  belajar  sebagaimana  dimaksud
pada  ayat  (2)  disesuaikan  dengan  kemampuan  fisik
dan mental pramuka.

(5) Penilaian . . .

- 7 -


(5)

Penilaian  atas  hasil  pendidikan  kepramukaan
sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (2)  dilaksanakan
dengan  berdasarkan  pada  pencapaian  persyaratan
kecakapan  umum  dan  kecakapan  khusus  serta
pencapaian nilai-nilai kepramukaan.
(6)

Pencapaian
hasil
pendidikan
kepramukaan
sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (5)  dinyatakan
dalam  sertifikat  dan/atau  tanda  kecakapan  umum
dan kecakapan khusus.

Pasal 8
(1)

Nilai  kepramukaan  sebagaimana  dimaksud  dalam
Pasal 5 mencakup:
a.

keimanan  dan  ketakwaan  kepada  Tuhan  Yang
Maha Esa;
b.

kecintaan pada alam dan sesama manusia;
c.

kecintaan pada tanah air dan bangsa;
d.

kedisiplinan, keberanian, dan kesetiaan;
e.

tolong-menolong;
f.

bertanggung jawab dan dapat dipercaya;
g.

jernih dalam berpikir, berkata, dan berbuat;
h.

hemat, cermat, dan bersahaja; dan
i.

rajin dan terampil.
(2)

Nilai kepramukaan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1)
merupakan
inti
kurikulum
pendidikan
kepramukaan.

Pasal 9
Kecakapan  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  5  terdiri
atas:
a.

kecakapan umum; dan
b.

kecakapan khusus.


Pasal 10 . . .

- 8 -



Pasal 10
(1)

Kegiatan  pendidikan  kepramukaan  dilaksanakan
dengan menggunakan sistem among.
(2)

Sistem
among
merupakan
proses
pendidikan
kepramukaan  yang  membentuk  peserta  didik  agar
berjiwa  merdeka,  disiplin,  dan  mandiri  dalam
hubungan timbal balik antarmanusia.
(3)

Sistem  among  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)
dan  ayat  (2)  dilaksanakan  dengan  menerapkan
prinsip kepemimpinan:
a.

di depan menjadi teladan;
b.

di tengah membangun kemauan; dan
c.

di belakang mendorong dan memberikan  motivasi
kemandirian.

Bagian Kedua
Jalur dan Jenjang

Pasal 11
Pendidikan  kepramukaan  dalam  Sistem  Pendidikan
Nasional termasuk dalam jalur pendidikan nonformal yang
diperkaya  dengan  pendidikan  nilai-nilai gerakan  pramuka
dalam  pembentukan  kepribadian  yang  berakhlak  mulia,
berjiwa  patriotik,  taat  hukum,  disiplin,  menjunjung  tinggi
nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup.

Pasal 12
Jenjang  pendidikan  kepramukaan  terdiri  atas  jenjang
pendidikan:
a.

siaga;
b.

penggalang;
c.

penegak; dan
d.

pandega.

Bagian Ketiga . . .

- 9 -



Bagian Ketiga
Peserta Didik, Tenaga Pendidik, dan Kurikulum

Pasal 13
(1)

Setiap  warga  negara  Indonesia  yang  berusia  7  sampai
dengan  25  tahun  berhak  ikut  serta  sebagai  peserta
didik dalam pendidikan kepramukaan.
(2)

Peserta  didik  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)
terdiri atas:
a.

pramuka siaga;
b.

pramuka penggalang;
c.

pramuka penegak; dan
d.

pramuka pandega.
(3)

Peserta  didik  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)
dalam  pendidikan  kepramukaan  disebut  sebagai
anggota muda.

Pasal 14
(1)

Tenaga  pendidik  dalam  pendidikan  kepramukaan
terdiri atas: 
a.

pembina;
b.

pelatih;
c.

pamong; dan
d.

instruktur.
(2)

Tenaga pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
harus memenuhi persyaratan standar tenaga pendidik.
(3)

Tenaga pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dalam  pendidikan  kepramukaan  disebut  sebagai
anggota dewasa.


 

Pasal 15 . . .

- 10 -


Pasal 15
Kurikulum  pendidikan  kepramukaan  yang  mencakup
aspek nilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1)
dan  kecakapan  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  9
disusun  sesuai  dengan  jenjang  pendidikan  kepramukaan
dan harus memenuhi persyaratan standar kurikulum yang
ditetapkan  oleh  badan  standardisasi  sesuai  dengan
ketentuan  peraturan perundang-undangan.

Bagian Keempat
Satuan Pendidikan Kepramukaan

Pasal 16
Satuan pendidikan kepramukaan terdiri atas:
a.

gugus depan; dan
b.

pusat pendidikan dan pelatihan.


Bagian Kelima
Evaluasi, Akreditasi, dan Sertifikasi


Pasal 17
(1)

Evaluasi  dilakukan  dalam  rangka  pengendalian  mutu
pendidikan kepramukaan sebagai bentuk akuntabilitas
penyelenggaraan  pendidikan  kepramukaan  kepada
pihak yang berkepentingan.
(2)

Evaluasi  dilakukan  terhadap  peserta  didik,  tenaga
pendidik,  dan  kurikulum,  pada  setiap  jenjang  dan
satuan pendidikan kepramukaan.
(3)

Evaluasi  terhadap  peserta  didik  dilakukan  oleh
pembina.
(4) Evaluasi . .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar