Rabu, 28 Maret 2012

Hasil Observasi Pada Masyarakat Penggaron Kidul RT 4 RW II


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah ini berisikan informasi tentang Hasil Observasi Pada Masyarakat Penggaron Kidul RT 4 RW II. Makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pembaca tentang keadaan masyarakat desa Penggaron Kidul.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini, sehingga menjadi makalah yang baik seperti yang ada di hadapan pembaca.
Penulis menyadari bahwa makalah ini belum sempurna, oleh karena itu penulis mengaharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca agar dapat menjadi makalah yang lebih baik di kemudian hari.



    Semarang, November 2011


                                                                                                                      Penulis




BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Latar belakang dari penelitian ini adalah kami ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang kehidupan masyarakat Semarang khususnya di daerah pedalaman. Selain itu budaya dan kebiasaan – kebiasaan unik yang menjadikan Kami semakin berantusias dalam memperdalam penelitian ini.
Desa Penggaran Kidul Rt.04 Rw.11 Kabupaten Semarang adalah tempat yang dijadikan obyek penelitian Kami. Hal ini yang mendasari Kami untuk melakukan penelitian di Desa Penggaran adalah masyakat desa yang masih memegang tradisi kebudayaan masyarakat setempat.
Kehidupan masyarakat desa Penggaran yang tradisional dan masih  bersahabat dengan alam juga termasuk hal yang melatarbelakangi kami untuk melakukan penelitian ini.
B. Rumusan Masalah
Rumusan penelitian yang menjadi fokus penelitian ini adalah :
1.      Bagaimana aktivitas - aktivitas pada masyarakat Desa Penggaran kabupaten Semarang?
2.      Bagaimana tingkat pendidikan dan pendapatan penduduk di Desa Penggaran?
3.      Jumlah keseluruhan dan rata – rata pendidikan terakhir di Desa Penggaran?





C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk :
1.      Menganalisis dan menggambarkan kehidupan masyarakat Desa Penggaran secara umum.
2.      Mendeskripsikan kebudayaan di Desa Penggaran termasuk kepercayaan atau mitos.
3.      Memaparkan jumlah penduduk dan mata pencaharian penduduk di Desa Penggaran.

D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah :
1.      Memberikan pengetahuan tentang kehidupan masyarakat Desa Penggaran Kabupaten Semarang.
2.      Memberikan pengetahuan tentang kebudayaan yang ada di Penggaran.
3.      Kita dapat menggali nilai – nilai kehidupan sosial dari masyarakat Penggaran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari.
                                                                                                                     
E. Metode Penelitian
Metode penelitian dalam penulisan laporan ini yaitu menggunakan kajian kualitatif dengan mendeskripsikan berbagai hal yang merupakan hasil penelitian. Penelitian deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan berbagai hal yang merupakan hasil penelitian. Penelitian ini diuraikan dengan kata – kata menurut pendapat responden, apa adanya sesuai dengan pertanyaan, kemudian dianalisis pula dengan kata – kata apa yang melatarbelakangi responden berperilaku, direduksi dan disimpan. Teknik pengumpulan data sebagai berikut :
1.      Wawancara
Wawancara merupakan percakapan dengan maksud untuk mendapatkan informasi tertentu yang dilakukan oleh dua pihak yang berperan sebagai pewawancara dan narasumber. Wawancara dilakukan dengan masyarakat yang merupakan asli Desa Penggaran, bukan merupakan masyarakat pendatang atau wisatawan.
2.      Observasi
Observasi merupakan pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala – gejala yang diteliti. Observasi dilakukan dengan menetapkan tujuan, direncanakan dan dicatat secara sistematis serta dapat dikontrol kepercayaan dan keandalan. Observasi dilakukan secara langsun g dengan melihat kondisi sosial masyarakat Desa Penggaran dengan berbagai ragam mata pencaharian penduduk, kepercayaan dan mitos.
F. Analisis Data
Data yang dihasilkan dari lapangan baik data primer maupun sekunder teerlebih dahulu diorganisasikan kedalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar. Kemudian data tersebut dianalisis secara dianalisis secara deskriptif kualitatif,sehingga ditemukan hubungan dimensi –dimensi yang menjadi pertanyaan penelitian.
G.Waktu Penelitian
·         Survey lapangan penelitian : 14 Oktober 2011
·         Penelitian lapangan : 14 – 16 Oktober 2011
·         Laporan penelitian : 21 Oktober 2011











BAB II
HASIL PENELITIAN

A.      JUMLAH PENDUDUK
Jumlah penduduk masyarakat Penggaron Kidul RT 4 RW II sebanyak 182 orang. Terdiri dari 47 keluarga. Dengan 95 orang jumlah penduduk laki-laki dan 87 orang jumlah penduduk wanita.
B.      Rata-rata pendidikan terakhir masyarakat Penggaron Kidul RT 4 RW II sebagai berikut:
Ø  Tamat SD                      : 34 orang
Ø  Tamat SLTP                   : 22 orang
Ø  Tamat SLTA                   : 39 orang
Ø  Tidak tamat SD             : 7 orang
Ø  Masih di SLTP                : 10 orang
Ø  Masih di SLTA               : 10 orang
Ø  Masih di SD                   : 26 orang
Ø  Belum sekolah              : 12 orang
Ø  Tamat akademik           : 4 orang
Ø  Tidak pernah sekolah    : 0 orang

C.      PENDAPATAN PENDUDUK
Dari sekian jumlah penduduk rata-rata menduduki kerja sebagai pegawai swasta, karena minimnya pendidikan yang ada di dalamnya membuat masyarakat Penggaron Kidul terbatas dari segi kemampuan maupun skill dan pengalaman-pengalaman sangat dibelakangkan. Bahkan masih terdapat juga masyarakat yang belum mempunyai pekerjaan atau pengangguran dan ini terdiri dari usia-usia yang seharusnya sudah produktif atau dewasa.


D.     ORGANISASI-ORGANISASI DI DALAMNYA
Terdapat organisasi-organisasi yang rata-rata merupakan penerus dari organisasi-organisasi sebelumnya. Seperti kerukunan dalam hal gotong royong (sambatan) atau masih terdapat organisasi Malam Jum’at atau yang populer disebut Perkumpulan Orang-Orang Agamis ( tahlilan).
E.      KEBUDAYAAN MASYARAKAT PENGGARON KIDUL
Masyarakat Penggaron Kidul masih melestarikan budaya-budaya peninggalan nenek moyang seperti ritual di hari-hari penting seperti 10 Muharrom yang bertempat dipertigaan-pertigaan pada jam 4 sore.
Pengamatan
Tempat : di desa penggaran kidul, kabupaten semarang
Waktu : jam 09.00-04.15 WIB
      F.Agama 
Penduduk desa penggaron sebagaian besar menganut agama islam lainnya sebagai kaum minoritas menganut agama kristen,buddha,hindu dan katholik.namun walaupun penduduknya sudah beragma masih banyak juga yang percaya pada makhluk ghaib, kekuatan mistik .masih banyak penduduk yang menganut aliran dinamisme dan animisme.
















BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari penelitian yang dilakukan di desa penggaron adalah :
1.      Penduduk desa penggaron masih mempercayai adanya kekuatan mistis atau mekhlik ghaib
2.      Penduduk masih hidup tradisional jauh dari modernisasi dan penduduknya masih menjunjung tinggi nilai-nilai adat
3.      Masih banyak terdapat pemuda yang menganggur atau pengangguran di desa penggaaron
4.      Penduduk desa penggaron masih bersifat gemeinschaft ,solidaritas antar penduduk masih sangat tinggi.
5.      Penduduk desa penggaron masih kurang terampil atau kreatif,ini dilihaat dari tingkat pendidikan yang kurang atau tidak memenuhi standar pendidikan.
6.      Kebudayaan di desa penggaron lebih bersifat mistis ghaib,di luar akal pikiran dan sulit dibuktikan.


B.Saran
1.      Sebaiknya penduduk desa penggaron lebih bersifat terbuka dengan era modernisasi agar penduduknya lebih maju dalam bertindak dan berfikir lebih teoritis
2.      Sebaiknya penduduk penggaron lebih berinovasi dalam bekerja karena mereka harus mampu memenuhi kebutuhannya mengingat tingkat pendidikan yang rendah
3.      Seharusnya masyarakat penggaron tidak mempercayai tentang hal - hal yang membuat tingkat keimanan berkurang, karena mereka telah mempunyai Agama.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar